Mitos Motivasi

Mitos Motivasi

Mitos 1: Motivasi adalah sesuatu yang Anda miliki atau tidak Anda miliki

Fakta: Tingkat motivasi berbeda pada orang yang berbeda. Beberapa orang tampaknya sangat termotivasi sepanjang waktu. Tetapi sebelum Anda berpikir Anda adalah salah satu dari orang-orang dengan motivasi rendah, pikirkan lagi. Umumnya kita dimotivasi oleh hal-hal yang penting bagi kita, oleh hal-hal yang kita hargai, yang bermakna dan memiliki tujuan bagi kita. Orang-orang yang sangat termotivasi sering kali memiliki alasan yang sangat kuat untuk termotivasi; Semakin kuat alasannya, semakin tinggi motivasinya. Bagi kebanyakan orang, ini adalah masalah mencari tahu apa yang mendorong mereka dan motivasi akan mengikuti.

Mitos 2: Anda harus bersikap positif agar bisa termotivasi

Fakta: Meskipun di permukaan mungkin tidak terlihat jelas, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa rasa takut sering kali menjadi motivator. Kebanyakan orang pasti pernah mendengar tentang prinsip wortel atau tongkat; bergerak ke arah wortel dan menjauh dari tongkat. Beberapa orang termotivasi oleh pahala, keuntungan, sementara yang lain mungkin lebih dimotivasi oleh ketakutan, ketidaknyamanan, potensi kerugian atau rasa sakit. Keuntungan dan rasa sakit adalah faktor pendorong yang kuat. Dalam banyak kasus, ini bukan salah satu atau yang lainnya tetapi kombinasi keduanya.

Misalnya, jika Anda benar-benar takut pada sesuatu, katakan bahwa Anda mungkin kehilangan semua yang telah Anda kerjakan, maka Anda mungkin lebih termotivasi untuk bekerja keras agar berhasil. Rasa takut akan penyakit atau obesitas sering kali memotivasi orang untuk tetap bugar dan sehat. Jika Anda tidak membayar hipotek, Anda mungkin kehilangan rumah, jika Anda tidak membayar pajak, Anda mungkin bermasalah dengan hukum, dll. Dll. Motivasi sekunder atau ‘negatif’ ini memotivasi lebih banyak orang daripada yang Anda pikirkan. Lebih baik dimotivasi oleh keinginan yang nyata daripada oleh rasa takut, tetapi ingatlah bahwa Anda tidak hanya akan termotivasi untuk alasan yang positif. Anda mungkin ingin menjadi sangat sukses karena Anda takut akan hal yang tidak penting atau tidak menjalani kehidupan yang bertujuan. Penting untuk menyadari apa yang memicu motivasi Anda dan apakah itu yang benar-benar Anda inginkan. Namun sebelumnya, jika Anda mencari Motivator Indonesia yang merupakan Motivator Terbaik Indonesia, dia adalah Arvan Pradiansyah yang aktif sebagai pembicara seminar, training, workshop, ataupun family gathering perusahaan terutama sebagai Motivator Leadersip.

Mitos 3: Anda harus termotivasi sebelum memulai sesuatu

Fakta: Inilah mengapa begitu banyak orang tidak pernah mencapai tujuan mereka! Ini seperti menunggu bus motivasi … itu tidak akan datang dan tidak akan pernah. Jangan tunggu! Anda harus bangun, mulai bergerak, dan pergi. Benar, terkadang langkah pertama mungkin yang paling sulit diambil. Ingatlah bahwa motivasi berarti ‘gerakan’ dan gerakan adalah sesuatu yang dapat Anda aktifkan dengan menciptakan momentum. Pernahkah Anda melihat seseorang menarik truk atau jumbo jet sendiri? Setelah truk atau pesawat mulai meluncur, momentumnya tercipta dan sedikit usaha yang dibutuhkan. Setelah gerakan diaktifkan, lebih mudah untuk mempertahankannya daripada membuatnya bergerak di tempat pertama. Dengan kata lain ‘Lakukan Saja’!

Mitos 4: Anda merasa dapat termotivasi tanpa tujuan yang jelas dan spesifik

Fakta: Saat ingin bepergian ke suatu tempat tujuan, pertama-tama Anda perlu tahu kemana tujuan Anda. Seperti pepatah di Alice in Wonderland “Jika Anda tidak tahu ke mana Anda akan pergi, jalan mana pun akan membawa Anda ke sana”. Bayangkan pergi ke stasiun kereta dan meminta tiket, pertanyaan pertama yang diajukan adalah ‘Mau ke mana?’ Pertama, Anda perlu tahu ke mana Anda ingin pergi dan Anda perlu alasan untuk pergi ke sana. Anda perlu merasakan kegembiraan mencapai tujuan Anda. Perasaan saat tiba di tempat tujuan perlu lebih kuat daripada perasaan tinggal di tempat Anda berada.

Semakin meyakinkan alasannya, semakin sejalan dengan apa yang penting bagi Anda, semakin Anda akan ‘ditarik’ ke arahnya. Anda perlu membayangkan dan memiliki gambaran yang jelas di benak Anda (serta representasi eksternal seperti papan visi) tentang seperti apa destinasi ini. Jika Anda tidak tahu seperti apa tujuan atau tujuan Anda dan bagaimana perasaan Anda ketika Anda sampai di sana, lalu mengapa Anda ingin pergi ke sana? Anda biasanya tidak bisa termotivasi demi motivasi. Anda membutuhkan alasan yang kuat dan tujuan yang jelas; suatu tempat untuk mengarahkan perhatian Anda dan memfokuskan energi Anda.

Mitos 5: Anda harus selalu termotivasi

Fakta: Meskipun ini mungkin benar bagi sebagian orang, bagi kebanyakan dari kita ada kalanya motivasi berkurang. Mungkin ada beberapa kendala di sepanjang jalan, tantangan atau kesulitan yang tampaknya menghalangi jalan untuk mencapai tujuan Anda. Sementara beberapa orang menjadi lebih bertekad, yang lain mungkin berkecil hati. Tidak realistis untuk mengharapkan tidak akan ada saat-saat di mana Anda mungkin ingin menyerah dan ‘pulang’ ke apa yang sudah biasa. Ingatlah bahwa setelah periode awal sering kali ada saat ketika keinginan dan kegembiraan berkurang. Selama waktu-waktu ini, sangatlah penting untuk menjaga momentum tetap berjalan; jaga agar pesawat atau truk itu tetap berputar! Kuncinya adalah menjaga momentum meskipun bagian dari perjalanan mungkin menanjak pada waktu-waktu tertentu. Ingatlah untuk selalu mengingat akhir dengan jelas dan tegas.

Leave a Reply